Humor CEria
Dilarang parkir di sini
Seorang pendeta dari sebuah jemaat menjumpai kesukaran dengan tempat parkir yang telah disediakan untuk dirinya di halaman gereja. Agaknya para pengunjung gereja menggunakan tempat parkirnya seenaknya sendiri, walaupun dengan jelas ada tanda, bahwa tempat itu memang sudah disediakan untuk orang lain.
Pendeta itu mengira bahwa tandanya kurang jelas sehingga ia minta ditambahkan, "Disediakan untuk pendeta". Namun kenyataannya adalah bahwa pengunjung gereja masih memparkir kendaraannya di tempat itu juga. Mungkin diperlukan tanda yang lebih tegas lagi, pikir sang pendeta Kemudian ia mengubah, "Tuhan menyediakan tempat ini untuk hambaNya". Namun hal inipun tidak membuahkan sesuatu yang diharapkan.
Akhirnya setelah merasa kesal, ia mempunyai suatu ide yang bagus. Hasilnya adalah, bahwa sejak dipasang tanda yang terakhir itu, Tidak ada seorang pun yang memparkir mobilnya di tempat pendeta itu. Tandanya berbunyi, "Siapa yang memparkir mobilnya di tempat ini diharuskan berkhotbah pada hari Minggu berikutnya".

————————————————————————————–
Kasus Kolekte
Oma Lina baru saja masuk Katolik. Suatu ketika ia mengikuti Misa. Ini adalah misa pertamanya. Pada saat berlangsung persembahan, diedarkanlah kolekte.
Seorang petugas kolektan kaget melihat Oma Lina sedang kasak-kusuk dengan kantong kolekte.
"Ada apa bu?" tegur petugas kolektan.
"Oh ini, ibu mau masukin duit 5000 Rupiah, tolong bantu ibu mencari uang kembaliannya ya?"
"haa????"
———————————————————————————————-
Golongan darah Yesus
Sebuah percakapan setelah selesai suatu kebaktian. "Tahukah kamu golongan darah Yesus?"
"Tak mungkin ada yang tahu. Kamu tahu?"
"Ya, golongan darahNya ‘O’"
"Bagaimana kamu tahu?" "Kan ada di Kidung Jemaat no. 36, ‘O, darah Tuhanku’."

——————————————————————————-
Bukakan pintu bagiku
Pada suatu hari seorang pendeta melakukan kunjungan pada jemaatnya. Semuanya berjalan lancar sampai ketika ia tiba di suatu rumah. Jelas ada orang didalam, namun ketika ia mengetuk pintu, tak ada orang yang membukakannya.
Akhirnya ia mengambil kartu namanya dan menuliskan sebuah catatan:
"Wahyu 3:20–Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
Ia menyelipkan kartu itu di bawah pintu.
Keesokan harinya, ketika ia sedang menghitung persembahan ia mendapatkan sebuah kartu nama di kantung persembahan, di situ ada catatan: "Kejadian 3:10–Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang."

—————————————————————-
Naik Ke Surga
Seorang ibu yang suka menyombongkan kekayaannya, suatu ketika sedang bercakap-cakap dengan seorang romo yang baru saja datang dengan sepedanya.
"Walau anda adalah seorang romo, suami saya akan lebih cepat naik ke surga daripada romo…"
"oh ya???"
"Iya dong. Naik mobil kan lebih cepat daripada naik sepeda!"
"Kalau begitu, mari kita doakan, semoga suami ibu cepat masuk surga!"
"???"
———————————————————————
"Selamat Pagi, Anak-Anak." sapa si pengamat.
"Pagi, Pak!" jawab anak-anak serentak.
Pengamat memulai dengan pertanyaan, "Ada yang tau siapa yang telah meruntuhkan tembok Yerikho ??"
"Maaf Pak, Anak di sini baik-baik semua gak ada yang berani meruntuhkan tembok yang bapak maksud." jawab seorang anak dan disertai gumaman anak sekelas tanda setuju.
Dengan marah, pengamat itu masuk ke kantor dan berteriak, "Dasar !! Aku tanya siapa yang meruntuhkan tembok Yerikho malah jawabannya bukan kami!"
Kepala Sekolah pun kaget dan berkata dengan sabar, "Tenang Pak, Anak di sini baik-baik semua kok. Begini saja, Bagaimana kalo kita menghimpun dana untuk membangun kembali tembok yang anda maksud."
